
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) melemah tipis pada perdagangan Amerika Serikat, Kamis (17/9/2026). Berdasarkan data yang diakses Jumat (18/9) sekitar pukul 00.57 WIB, DXY berada di 100,24, turun 0,08%, dengan rentang perdagangan 100,03–100,37. Pelemahan dolar diikuti penguatan sejumlah mata uang utama, meskipun pound sterling bergerak berlawanan. Investing.com
Berikut posisi tujuh pair utama pada pembaruan intraday tersebut. Persentase menunjukkan perubahan harian masing-masing pair, sedangkan kurs menggunakan harga bid yang ditampilkan penyedia data.
Secara fundamental, dolar masih mendapat dukungan dari keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% pada Rabu. Namun, penurunan imbal hasil Treasury dan harga minyak pada sesi berikutnya meredakan dorongan penguatan dolar setelah reli sebelumnya. Federal Reserve, Reuters
Pound menghadapi tekanan tersendiri setelah Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75% dengan suara 6–3. Tiga anggota menginginkan kenaikan bunga, tetapi mayoritas memilih menunggu. Sterling melemah setelah keputusan tersebut, memperlihatkan bahwa kebijakan domestik dapat membuat satu mata uang bergerak berbeda dari arah umum dolar. Bank of England, WSJ
Sementara itu, yen menguat menjelang keputusan Bank of Japan pada Jumat (18/9). Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga dan menantikan petunjuk mengenai pengetatan berikutnya. Respons USD/JPY akan bergantung pada seberapa tegas panduan BOJ dibandingkan ekspektasi yang sudah tercermin dalam harga. Reuters
Menurut analisis Newsmaker, koreksi DXY menunjukkan momentum penguatan dolar mulai tertahan, tetapi dukungan dari kebijakan ketat The Fed masih ada. Jika yield AS terus turun, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD berpeluang mempertahankan pemulihan. Untuk USD/JPY, panduan BOJ yang lebih ketat dari perkiraan dapat menambah tekanan turun. Pergerakan pound menjadi pengingat bahwa DXY merupakan ukuran gabungan kekuatan dolar; arah setiap pair tetap dipengaruhi kondisi ekonomi dan kebijakan bank sentral masing-masing.
Sumber: Newsmaker.id