
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Yield obligasi pemerintah AS bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (14/9) setelah mengalami aksi jual tajam dalam beberapa sesi terakhir. Yield Treasury tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,978%, sedikit di bawah level psikologis 5% yang sempat ditembus pada Jumat.
Yield tenor 30 tahun juga bergerak di sekitar 5,353%, sementara yield tenor 2 tahun naik ke 4,643%. Tenor 2 tahun menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga The Fed karena mencerminkan arah kebijakan moneter dalam jangka pendek.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 86% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan ini. Ekspektasi kenaikan bunga semakin kuat setelah inflasi AS bertahan di 3,4%, sementara Core CPI naik 0,3% secara bulanan. Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan bunga tambahan pada Desember.
Tekanan inflasi semakin besar setelah harga minyak Brent kembali naik sekitar 3% mendekati US$112 per barel. Serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi, ancaman Houthi terhadap jalur pelayaran Laut Merah, serta tertundanya pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk membuat kekhawatiran pasokan tetap tinggi.
Analisa Newsmaker: yield Treasury masih berpotensi bertahan tinggi selama pasar memperkirakan The Fed akan tetap hawkish dan harga energi terus naik. Jika Fed menaikkan bunga dan memberi sinyal pengetatan lanjutan, yield 10 tahun berpeluang kembali menguji area 5%, yang dapat mendukung dolar tetapi menekan emas, saham, dan aset berisiko lainnya. (arl)
Sumber : Newsmaker.id