Saham Jepang Tertekan, Terbebani Sektor Teknologi
Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,66% ke level 40.800 pada Jumat (1/8), menandai penurunan mingguan sebesar 1,58%. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan besar di sektor teknologi, terutama setelah Tokyo Electron anjlok hingga 18% akibat pemangkasan proyeksi laba tahunannya karena permintaan yang lemah dari produsen chip logika.
Tekanan menyebar luas ke saham teknologi lainnya, termasuk Lasertec (-5,8%), Hitachi (-8,8%), Socionext (-4,1%), Disco (-3,6%), dan Advantest (-1,3%). Sentimen pasar semakin negatif setelah Presiden Donald Trump menegaskan kembali tarif global 10% dan menerapkan tarif timbal balik hingga 41% bagi negara-negara tanpa perjanjian dagang dengan AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait gangguan rantai pasok global yang berdampak langsung ke industri teknologi Jepang.
Selain faktor domestik, pelemahan saham Jepang juga mengikuti tren negatif dari futures pasar AS, terutama setelah saham Amazon jatuh tajam dalam perdagangan pasca-jam kerja karena proyeksi keuangan yang mengecewakan. Kombinasi ketegangan dagang dan prospek bisnis yang melemah membuat pasar saham Tokyo berakhir di zona merah untuk pekan ini.(yds)
Sumber: trading Economics