Saham Jepang Ditutup Turun Jelang Pertemuan Kebijakan BOJ
Saham Jepang ditutup lebih rendah pada hari Senin (28/7), karena investor menjadi lebih hati-hati menjelang pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ) pekan ini, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetapi memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga kembali pada akhir tahun ini.
Indeks Nikkei 225 turun 1,1%, atau 457,96 poin, untuk ditutup di 40,998,27.
BOJ juga kemungkinan akan memperingatkan tentang ketidakpastian yang berlanjut terkait dampak tarif AS. Wakil Gubernur Shinichi Uchida mengatakan bahwa masih ada pertanyaan yang belum terjawab mengenai dampak lebih luas dari tarif dan waktu penerapannya, yang menekan sentimen pasar.
Di sektor korporasi, kesepakatan investasi AS-Jepang senilai $550 miliar, yang terkait dengan tarif yang lebih rendah, dapat mendukung pembuat chip Taiwan yang membangun pabrik di AS, lapor Reuters, mengutip negosiator perdagangan Ryosei Akazawa.
Pendanaan tersebut dapat mencakup ekuitas, pinjaman, dan jaminan, dan tidak terbatas pada perusahaan AS atau Jepang, kata Akazawa. AS sangat bergantung pada TSMC Taiwan (TPE:2330) untuk chip canggih, yang menimbulkan kekhawatiran keamanan karena kedekatannya dengan China.
Hulic melaporkan kenaikan laba terkait sebesar 1,7% pada H1 menjadi 44,9 miliar yen, dengan pendapatan melonjak 46,4% menjadi 300,1 miliar yen, menurut pengajuan yang dilakukan pada hari Senin. EPS naik menjadi 59,06 yen.
Perusahaan tersebut mengumumkan dividen interim sebesar 28,50 yen dan memproyeksikan laba FY sebesar 108 miliar yen, EPS sebesar 142,16 yen, dan dividen akhir tahun sebesar 28,50 yen.(yds)
Sumber: MT newswires