Saham Jepang Turun Setelah Survei BOJ Isyaratkan Inflasi Masih Tinggi
Saham Jepang ditutup melemah pada hari Senin(14/7) karena survei Bank of Japan menunjukkan 85% rumah tangga memperkirakan harga akan naik, sementara bank sentral berpotensi menaikkan proyeksi inflasi bulan ini karena harga pangan yang masih tinggi.
Nikkei 225 turun 0,28%, atau 110,06 poin, dan berakhir di level 39.459,62.
Sekitar 85% rumah tangga Jepang memperkirakan harga akan naik tahun depan, sedikit turun dari 86,7% pada bulan Maret, menurut survei Bank of Japan pada hari Senin.
Bank sentral sedang mempertimbangkan untuk menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun fiskal berjalan karena kenaikan harga pangan, lapor Reuters, mengutip beberapa sumber. Namun, proyeksi untuk tahun fiskal 2026 dan 2027 kemungkinan tidak akan berubah.
BOJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 30-31 Juli di tengah ketidakpastian atas dampak tarif AS dan perundingan perdagangan yang tersendat. Dalam berita ekonomi, pesanan mesin Jepang naik 3,8% pada bulan Mei, pulih dari penurunan 2,3% di bulan April. Namun, pesanan inti, tidak termasuk kapal dan utilitas, turun 0,6%.
Pesanan manufaktur turun 1,8%, sementara pesanan non-manufaktur pulih 1,8% setelah penurunan tajam di bulan April.
Aktivitas industri tersier naik 0,6% pada bulan Mei, dipimpin oleh kenaikan di sektor transportasi, hiburan, dan layanan TI. Indeks tersebut naik menjadi 104,4 berdasarkan penyesuaian musiman.
Produksi industri turun tipis 0,1% pada bulan Mei. Pengiriman naik 2,4%, sementara inventaris turun 1,8% untuk bulan kedua. Rasio operasi naik 2% menjadi 105, sementara kapasitas produksi turun 0,2%. Secara tahunan, output turun 2,4%. Di sisi korporat, Kioxia Holdings (TYO:285A) akan menerbitkan obligasi hingga $3 miliar dan membeli kembali saham preferen senilai 331 miliar yen dari DBJ pada 1 Agustus.
Pinjaman berjangka baru senilai 447,5 miliar yen dan fasilitas kredit senilai 210 miliar yen dari bank-bank besar akan membiayai kembali utang yang ada.
Mac House (TYO:7603) berencana untuk menyimpan lebih dari 1.000 BTC, mulai menambang pada bulan November, dan meluncurkan pembayaran Bitcoin dan NFT. Perusahaan pakaian jadi ini menargetkan penjualan sebesar 50 miliar yen dan laba sebesar 5 miliar yen.
Renova (TYO:9519) menjual 214 juta kWh pada bulan Juni, naik 23,2% secara tahunan tetapi 6% di bawah rencana. Penjualan YTD naik 35,4% menjadi 754,8 juta kWh. Pembatasan produksi memangkas proyeksi pendapatan tahunan hanya sebesar 0,112%. (az)
Sumber: MT Newswires