Kena Tarif 25%, Kenapa Pasar Jepang Malah Menguat?
Indeks Nikkei 225 menguat 0,33% ke 39.821 pada Rabu, sementara Topix naik 0,41% ke 2.828. Kenaikan ini terjadi meskipun kekhawatiran atas kebijakan tarif baru dari AS terus membayangi pasar. Investor tampaknya masih optimistis, memperpanjang reli dari sesi sebelumnya, meskipun Jepang akan dikenakan tarif 25% mulai 1 Agustus sebagai bagian dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyebut kebijakan tarif AS sebagai hal yang "sangat disayangkan", namun menegaskan komitmen Tokyo untuk terus berdialog dengan Washington demi mencari solusi bersama. Ketegangan meningkat setelah Trump juga mengumumkan tarif 50% untuk impor tembaga dan potensi tarif hingga 200% untuk produk farmasi, yang memicu kekhawatiran akan terganggunya perdagangan global.
Meskipun latar belakang global kurang mendukung, beberapa saham unggulan tetap mencatatkan kenaikan. Sanrio memimpin dengan lonjakan 2,5%, diikuti oleh Toyota Motor yang naik 0,9% dan SoftBank Group yang menguat 0,8%. Hal ini mengindikasikan bahwa investor masih percaya pada kekuatan fundamental emiten besar Jepang, terutama yang memiliki eksposur domestik kuat.
Daya tahan pasar Jepang ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat peluang, meski berada di tengah risiko global yang meningkat. Dukungan dari likuiditas dan ekspektasi laporan keuangan korporasi juga bisa menjadi faktor penguat dalam waktu dekat.
Sumber: (ayu-newsmaker)