Saham Jepang Koreksi di Tengah Ketidakpastian Perdagangan Global
Indeks saham Jepang melemah pada perdagangan Selasa (1/7), dengan Nikkei 225 turun 1% ke bawah level 40.100, sementara indeks Topix juga terkoreksi 0,5% ke 2.840. Koreksi ini mengakhiri reli lima hari berturut-turut yang sebelumnya didorong oleh optimisme pasar. Sentimen pasar kini kembali tertekan akibat memanasnya ketegangan dagang antara Jepang dan Amerika Serikat, menyusul ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengkritik Jepang karena menolak impor beras asal Amerika dan menegaskan bahwa tarif 25% untuk mobil Jepang akan tetap diberlakukan. Presiden AS juga menyampaikan bahwa jika tidak ada kesepakatan dagang dalam waktu dekat, maka tarif balasan sebesar 24% akan diberlakukan kembali pada pekan depan. Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran investor menjelang tenggat waktu penting dalam hubungan perdagangan kedua negara.
Meskipun tekanan eksternal meningkat, data ekonomi domestik menunjukkan ketahanan. Survei Tankan terbaru menunjukkan adanya peningkatan tak terduga dalam sentimen bisnis di kalangan produsen besar Jepang pada kuartal kedua, menandakan daya tahan sektor manufaktur meski dalam tekanan global.
Di sisi saham, pelemahan terjadi pada emiten unggulan seperti Lasertec (-4,1%), Disco (-1,9%), Sanrio (-3%), dan Advantest (-1,8%) yang terdampak oleh tekanan pasar secara keseluruhan.(yds)
Sumber: Trading Economics