Saham Jepang Tergelincir di Tengah Sinyal BOJ yang Bersifat Hawkish
Indeks Nikkei 225 turun 0,06% hingga ditutup pada level 37.447 sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,22% menjadi 2.771 pada hari Selasa, dengan saham Jepang merosot untuk sesi ketiga berturut-turut karena investor bereaksi terhadap sinyal hawkish dari Gubernur Bank Jepang Kazuo Ueda.
Ueda menegaskan kembali kesiapan bank sentral untuk menaikkan suku bunga lagi jika prakiraan ekonomi dan inflasi terpenuhi, memperkuat ekspektasi akan perubahan kebijakan secara bertahap.
Ia juga mencatat bahwa ekonomi Jepang berada dalam fase pemulihan moderat, didukung oleh peningkatan laba perusahaan dan sentimen bisnis yang kuat, meskipun masih ada beberapa kelemahan.
Sentimen pasar semakin terbebani oleh meningkatnya kekhawatiran perdagangan global. Ancaman Presiden AS Donald Trump baru-baru ini untuk menggandakan tarif impor baja menjadi 50% menuai kritik tajam dari mitra dagang utama dan menimbulkan kekhawatiran akan efek spillover pada sektor baja dan manufaktur Jepang.
Di antara yang tertinggal adalah Sanrio (-1,3%), Fujikura (-1,8%), dan Mitsubishi UFJ (-0,7%).(CP)
Sumber: Trading Economi