Saham Hong Kong Melemah Tertekan Teknologi
Bursa saham Hong Kong kembali melemah pada perdagangan Jumat, terbebani oleh tekanan pada saham-saham teknologi global. Indeks Hang Seng turun 1,4% atau 325 poin ke level 22.747, memperpanjang pelemahan sebelumnya karena investor masih berhati-hati terhadap prospek sektor teknologi.
Sentimen negatif datang setelah Wall Street bergerak volatil semalam. Aksi jual baru pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar di Amerika Serikat mengimbangi optimisme dari laporan keuangan positif emiten semikonduktor. Kondisi ini ikut menekan minat investor terhadap saham teknologi di kawasan Asia, termasuk Hong Kong.
Sikap hati-hati investor juga tetap terlihat meskipun pemasok Apple, Lingyi iTech, resmi debut di bursa Hong Kong melalui penawaran umum perdana senilai HK$8,3 miliar. IPO tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap emiten yang berkaitan dengan kecerdasan buatan masih ada, tetapi belum cukup kuat untuk mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan.
Saham teknologi menjadi pemberat utama indeks. Tencent turun 1,4%, Semiconductor Manufacturing International Corporation melemah 2,5%, sementara Lenovo anjlok 4,2%. Tekanan juga terlihat pada saham keuangan dan manufaktur produsen, dengan AIA turun 1,8% dan Kingboard Laminates melemah 1,3%.
Meski begitu, pelemahan Hang Seng sedikit tertahan oleh kenaikan beberapa saham. Kingboard Holdings naik 0,9%, sementara CITIC Resources Holdings melonjak 8,5%. Namun, penguatan tersebut belum mampu mengimbangi tekanan luas di sektor teknologi dan saham-saham utama lainnya.
Dengan kondisi ini, pasar Hong Kong masih berada dalam tekanan selama sentimen terhadap saham teknologi global belum pulih. Investor akan terus mencermati pergerakan saham megacap teknologi AS, prospek AI trade, serta arah aliran dana asing di pasar Asia untuk melihat apakah Hang Seng mampu kembali stabil dalam jangka pendek.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id