Nikkei Menguat 0,61% Saat Sentimen Risiko Membaik
Saham Jepang ditutup menguat pada Rabu (15/04), dengan Nikkei 225 tercatat naik 0,61%. Kenaikan ini dipimpin oleh sektor real estat, perbankan, dan tekstil, menandakan minat risiko membaik setelah pergerakan pasar yang lebih bergejolak sebelumnya.
Di level saham, penguatan terbesar datang dari BayCurrent Consulting yang melesat 14,32% ke 5.587, diikuti Taiyo Yuden yang naik 10,76% ke 5.847 dan mencetak level tertinggi tiga tahun, serta Sumitomo Dainippon Pharma yang naik 7,71% ke 2.192. Di sisi lain, pelemahan menonjol terlihat pada Kioxia Holdings yang turun 7,40% ke 32.410, Japan Steel Works turun 6,98% ke 9.047, dan Mitsui Mining and Smelting turun 6,72% ke 35.690.
Dari sisi market breadth, saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun di Bursa Tokyo, dengan 2.081 saham menguat, 1.449 melemah, dan 255 stagnan. Penurunan risiko juga tercermin dari Nikkei Volatility Index yang turun 8,46% ke 29,32, memberi ruang bagi indeks untuk bertahan di zona positif.
Di pasar global, komoditas bergerak melemah tipis: WTI Mei turun 0,37% ke US$90,94/barel, sementara Brent Juni turun 0,05% ke US$94,74/barel. Emas berjangka Juni juga turun 0,30% ke US$4.835,55 per troy ounce, mencerminkan meredanya permintaan aset lindung nilai dalam sesi tersebut.
Di valuta asing, USD/JPY naik 0,16% ke 159,03 dan EUR/JPY naik 0,05% ke 187,40, sementara US Dollar Index Futures menguat tipis 0,08% ke 97,98. Pergerakan yen yang sedikit melemah bersama turunnya volatilitas dapat menjadi faktor pendukung sentimen saham, sementara investor tetap mencermati arah komoditas energi dan pergerakan dolar sebagai penentu selera risiko berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id