Nikkei Ditutup Turun, Saham Jepang Tertekan di Akhir Sesi
Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin, (13/04) dengan indeks Nikkei 225 turun 0,62% di Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh penurunan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong indeks bergerak di zona negatif hingga penutupan.
Di level saham, Dentsu menjadi salah satu penopang utama setelah melonjak 10,10% ke 3.155. Archion menguat 7,54% ke 428, sementara Yaskawa Electric naik 7,05% ke 5.239, menahan penurunan indeks agar tidak lebih dalam.
Tekanan terbesar datang dari TOTO yang merosot 7,15% ke 5.322. Ibiden turun 5,08% ke 9.386 dan Yokohama Rubber melemah 4,79% ke 6.040, mencerminkan pelebaran tekanan di beberapa saham besar pada sesi tersebut.
Secara luas, saham yang turun lebih banyak dibanding yang naik di Tokyo Stock Exchange, dengan 1.767 saham melemah dan 974 menguat, sementara 179 stagnan. Indeks volatilitas Nikkei turun 3,66% ke 32,61, menandakan meredanya implied volatility opsi Nikkei meski indeks ditutup negatif.
Di pasar komoditas, minyak bergerak menguat tajam: WTI kontrak Mei naik 6,80% ke US$103,14 per barel, sementara Brent kontrak Juni naik 6,40% ke US$101,29. Emas berjangka Juni turun 0,58% ke US$4.759,72 per troy ounce. Di FX, USD/JPY naik 0,24% ke 159,68, sementara EUR/JPY turun tipis 0,03% ke 186,65. (asd)
Sumber: Newsmaker.id