Saham Jepang Menguat, Pasar Pantau Timur Tengah
Saham Jepang menguat pada perdagangan Jumat (10/4), didukung sentimen risk-on setelah pasar kembali berharap ada penyelesaian konflik AS-Iran. Penguatan ini terjadi di tengah fokus investor pada perkembangan terbaru di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap harga minyak.
Indeks Nikkei Stock Average naik 1,2% ke 56.591,12, dengan saham teknologi dan elektronik memimpin kenaikan. Penguatan sektor ini mencerminkan minat beli pada emiten berorientasi siklus ketika kekhawatiran geopolitik dinilai sedikit mereda.
Di kelompok saham individual, Kioxia Holdings menguat 6,4% dan Fanuc naik 4,0%, mencatatkan kinerja menonjol di antara saham-saham berkapitalisasi besar. Kenaikan pada emiten elektronik memperkuat kontribusi sektor terhadap pergerakan indeks.
Sementara itu, Fast Retailing naik 6,6% setelah pemilik merek Uniqlo tersebut menaikkan proyeksi laba. Revisi panduan kinerja perusahaan ikut menjadi katalis yang memperluas penguatan, terutama pada saham consumer besar yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks.
Di pasar valuta asing, dolar berada di 159,17 yen, dibanding 158,89 yen pada penutupan bursa saham Tokyo sehari sebelumnya. Pergerakan yen menjadi salah satu variabel yang dipantau pelaku pasar, mengingat sensitivitas pendapatan eksportir Jepang terhadap arah kurs.
Ke depan, perhatian pasar tetap tertuju pada berita-berita dari Timur Tengah dan implikasinya terhadap harga minyak mentah, yang dapat memengaruhi inflasi, biaya input, serta selera risiko global. Arah lanjutan Nikkei diperkirakan tetap dipandu oleh kombinasi perkembangan geopolitik, pergerakan energi, dan dinamika nilai tukar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id