Hang Seng Ditutup Turun 0,7% Saat Pasar Masuk Mode Risk-Off
Indeks Hang Seng turun 182 poin atau 0,7% dan ditutup di 25.717 pada Kamis. Ini menjadi penurunan sesi kedua beruntun, seiring anjloknya futures saham AS setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di berbagai wilayah Timur Tengah. Teheran juga memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi skenario minyak US$200 per barel, menantang klaim Presiden Donald Trump bahwa AS “sudah memenangkan perang”.
Dari dalam negeri Hong Kong, sentimen pasar ikut tertekan setelah otoritas setempat mengumumkan penyelidikan insider trading terhadap dua perusahaan sekuritas dan sebuah hedge fund. Delapan orang dilaporkan ditangkap dalam tindakan penegakan terbesar di industri keuangan Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir, menambah kehati-hatian di sektor finansial.
Tekanan terjadi merata di seluruh sektor, dengan properti dan keuangan menjadi laggard utama, sejalan dengan pelemahan saham di daratan China. Di antara emiten yang disorot, Cathay Pacific turun 1,6% setelah mengumumkan kenaikan fuel surcharge untuk semua rute mulai 18 Maret, dengan alasan risiko geopolitik. Swire Properties turun 1,2% usai CFO perusahaan mengundurkan diri.
Sejumlah saham lain juga mencatat penurunan tajam, termasuk Knowledge Atlas (-9,2%), Nongfu Spring (-4,5%), dan Henderson Land Development (-3,7%).(mrv)
Sumber : Newsmaker.id