• Thu, Aug 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 August 2026 07:50  |

Saham Asia Menguat, Peluang Fed Hike Mulai Mereda

Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (13/08) setelah data inflasi Amerika Serikat yang relatif terkendali mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Indeks MSCI Asia Pacific naik sekitar 0,6%, didukung penguatan pasar Jepang dan Korea Selatan.

Sentimen positif mengikuti kenaikan Wall Street pada sesi sebelumnya. S&P 500 bergerak mendekati rekor tertinggi, sementara Nasdaq 100 mencapai level tertinggi dalam satu bulan berkat reli saham produsen chip berkapitalisasi besar. Namun, futures Nasdaq 100 melemah tipis pada sesi Asia setelah laporan keuangan Cisco Systems kurang mampu menarik minat investor.

Data CPI AS menunjukkan inflasi inti naik 0,2% secara bulanan pada Juli dan 2,5% secara tahunan, menyamai laju terendah sejak Maret 2021. Hasil tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan, dengan peluang kenaikan suku bunga pada September kini berada di bawah 50%.

Di pasar komoditas, Brent turun ke sekitar US$88,30 per barel dan menghentikan reli enam sesi berturut-turut. Meski demikian, volatilitas harga minyak akibat konflik Timur Tengah masih menjadi risiko utama karena dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi dan mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

Perhatian juga tertuju pada yen Jepang yang berada di sekitar 159,31 per dolar dan semakin mendekati level psikologis 160. Kondisi tersebut membuat pasar kembali waspada terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang. Sementara itu, emas bergerak menguat ke sekitar US$4.410 per troy ons seiring menurunnya ekspektasi Fed hike.

Analisis Newsmaker: CPI yang terkendali dan data tenaga kerja yang melemah memberikan ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada September. Kondisi ini mendukung saham Asia dan emas, sekaligus membatasi dolar. Namun, harga minyak yang masih tinggi dan yen yang mendekati area intervensi membuat pasar tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik serta data ekonomi berikutnya.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai