Dow Cetak Rekor, Saham AI Justru Tertekan
Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8). Dow Jones naik 263 poin ke rekor 54.349, sedangkan S&P 500 turun tipis 0,2% dan tetap berada dekat level tertingginya. Nasdaq melemah sekitar 0,8% setelah reli lima sesi beruntun berakhir akibat tekanan pada sejumlah saham teknologi dan kecerdasan buatan.
Sentimen pasar masih ditopang harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai jalur pelayaran, sementara pejabat AS terus memberikan sinyal kemajuan. Prospek pulihnya arus energi menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga sektor sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan kembali menguat.
Dari sisi perusahaan, Arista Networks naik sekitar 3,6% setelah pendapatannya melampaui perkiraan. Eli Lilly menguat sekitar 4,9% setelah membukukan pendapatan yang solid dan menaikkan proyeksi kinerja tahunan. Hasil positif tersebut membantu menjaga Dow di zona hijau meskipun sektor teknologi melemah.
Sebaliknya, SpaceX anjlok sekitar 13,6% karena investor mencemaskan tingginya belanja untuk pengembangan AI dan potensi bertambahnya pasokan saham. AMD turun sekitar 7% meskipun pendapatan pusat datanya tumbuh dua kali lipat, karena hasil dan prospeknya belum memenuhi ekspektasi pasar yang sudah sangat tinggi.
Analisis Newsmaker: Sentimen Wall Street masih cenderung positif karena didukung laba perusahaan dan penurunan risiko inflasi energi. Namun, tekanan pada SpaceX dan AMD menunjukkan investor mulai lebih selektif terhadap saham AI. Dow masih berpeluang melanjutkan rekor selama bertahan di atas 54.000, sedangkan Nasdaq berisiko mengalami koreksi lanjutan apabila tekanan pada saham teknologi besar terus berlanjut. (arl)
Sumber: Newsmaker.id