Harga Emas turun Tipis Pada pembukaan Market Asia
Newsmaker.id - Harga emas bergerak turun tipis dan kembali berada di bawah level psikologis US$4.100 per troy ons pada perdagangan Rabu. Pergerakan tersebut terjadi setelah emas sempat menyentuh level tertinggi dua hari di sekitar US$4.106, sebelum aksi ambil untung membatasi kenaikannya.
Tekanan terhadap emas muncul seiring meningkatnya optimisme bahwa pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz mulai menunjukkan kemajuan. Iran dan Oman dilaporkan sedang membahas pengaturan jalur pelayaran, sementara Amerika Serikat tetap terlibat dalam upaya diplomatik untuk meredakan gangguan perdagangan energi di kawasan tersebut.
Harapan tercapainya kesepakatan membuat kebutuhan terhadap aset aman sedikit berkurang. Namun, pelemahan emas masih terbatas karena harga minyak yang turun tajam membantu meredakan risiko inflasi dan menekan ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga secara agresif.
Fokus investor kini beralih ke data ADP Non-Farm Employment Change dan laporan Nonfarm Payrolls AS. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan dapat menekan dolar dan imbal hasil obligasi, sehingga membuka peluang bagi emas untuk kembali menembus US$4.100. Sebaliknya, data yang kuat berpotensi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan memperpanjang koreksi emas.
Dampak ke Market :
Emas masih berpeluang bergerak konsolidatif dengan area US$4.100 sebagai resistance psikologis. Selama pembicaraan AS–Iran terus menunjukkan perkembangan positif, permintaan aset aman dapat melemah. Namun, penurunan harga minyak dan yield obligasi AS berpotensi menahan tekanan jual, sehingga arah emas berikutnya akan sangat dipengaruhi data tenaga kerja dan pergerakan dolar.(CP)