• Fri, Jul 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 July 2026 23:18  |

Bursa Eropa Anjlok, Lonjakan Energi Picu Kekhawatiran Suku Bunga

Bursa saham Eropa ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis (23/7) setelah lonjakan harga energi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga tinggi di kawasan Euro. Investor juga mencermati sejumlah laporan keuangan perusahaan besar yang belum mampu mengangkat sentimen pasar.

Indeks Euro STOXX 50 turun 1,7% ke level 6.210, sementara STOXX Europe 600 melemah 1,3% menjadi 638. Tekanan terjadi hampir merata, terutama pada sektor perbankan dan barang mewah.

Saham UniCredit anjlok 4,8% meskipun bank asal Italia tersebut membukukan kinerja kuartalan yang solid. Investor khawatir rencana akuisisi Commerzbank asal Jerman dapat mengganggu program pembelian kembali saham perusahaan.

BNP Paribas juga turun 2,8% walaupun laba perusahaan melampaui perkiraan pasar. Saham perbankan ikut tertekan karena investor memperhitungkan kondisi keuangan yang semakin ketat dan risiko kenaikan biaya pendanaan.

Sentimen pasar memburuk setelah European Central Bank mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai perkiraan. Namun, ECB memberikan sinyal bahwa risiko inflasi yang kembali meningkat dapat membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.

Kekhawatiran tersebut semakin kuat seiring lonjakan harga gas dan energi akibat meluasnya perang antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik mulai mengganggu pergerakan kapal tanker dari kawasan Timur Tengah dan meningkatkan risiko terhadap pasokan energi menuju Eropa.

Kenaikan harga energi menjadi masalah besar bagi kawasan Euro karena sebagian besar negara Eropa bergantung pada impor minyak dan gas. Apabila biaya energi tetap tinggi, harga transportasi, produksi, dan kebutuhan rumah tangga berpotensi ikut meningkat.

Saham sektor barang mewah juga mengalami tekanan. LVMH, Hermes, dan Ferrari masing-masing turun lebih dari 3,5%, mengikuti sentimen negatif setelah hasil kinerja Moncler mengecewakan pasar.

Pelemahan saham barang mewah menunjukkan bahwa investor mulai khawatir terhadap daya beli konsumen. Inflasi tinggi dan biaya pinjaman yang mahal dapat membuat masyarakat mengurangi belanja terhadap produk non-esensial dan barang premium.

Dampak terhadap Pasar

Lonjakan harga energi dapat meningkatkan inflasi dan membuat ECB mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini cenderung menekan bursa Eropa karena biaya perusahaan naik dan daya beli konsumen melemah.

Euro berpotensi bergerak volatil. Dolar AS dapat menguat sebagai aset aman, sementara emas berpeluang mendapat dukungan dari ketidakpastian pasar. Minyak dan gas juga masih berpotensi bertahan tinggi selama gangguan pasokan dari Timur Tengah berlanjut.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai