• Thu, Jul 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 July 2026 21:27  |

The Fed Hawkish, Dolar Kian Perkasa

Indeks dolar AS menguat ke kisaran 101,1–101,2 pada perdagangan Kamis (23/7) dan berada di sekitar level tertinggi dalam tiga pekan. Penguatan dolar didorong lonjakan harga minyak serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang kembali memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat memaksa Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Harga minyak Brent terpantau berada di sekitar US$100,66 per barel, naik sekitar 7%, sementara West Texas Intermediate atau WTI bergerak di kisaran US$91,65 per barel, menguat lebih dari 5%. Brent kembali menembus batas psikologis US$100 setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Serangan tersebut memperbesar kekhawatiran bahwa gangguan pengiriman energi tidak hanya terjadi di Selat Hormuz, tetapi juga dapat meluas ke jalur Bab el-Mandeb dan Laut Merah. Jalur tersebut menjadi salah satu rute penting bagi pengangkutan minyak dari kawasan Teluk menuju Eropa dan pasar global.

Pasar kini memperhitungkan peluang lebih dari 33% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Probabilitas kenaikan suku bunga pada September juga meningkat menjadi lebih dari 78%, dibandingkan sekitar 61% sehari sebelumnya.

Kenaikan ekspektasi tersebut ikut mendorong yield Treasury AS. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,71%, level tertinggi sejak Januari 2025, sementara yield tenor dua tahun bergerak di sekitar 4,37%.

Harga minyak saat ini telah meningkat hampir 31% dibandingkan posisi sebelum konflik kembali memanas pada awal bulan. Meskipun tekanan inflasi secara luas masih relatif terkendali, kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan harga bensin, transportasi, produksi, dan distribusi barang.

Apabila kenaikan harga energi mulai menyebar ke inflasi barang dan jasa, The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau kembali menaikkan biaya pinjaman. Prospek tersebut menjadi faktor utama yang menopang dolar AS.

Dolar juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Euro melemah ke sekitar US$1,1403 setelah European Central Bank mempertahankan suku bunga acuannya, termasuk suku bunga deposito di level 2,25%. ECB tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan apabila kenaikan energi kembali memperkuat tekanan inflasi.

Terhadap yen, dolar sempat mencapai sekitar 163,45 yen, level terkuat dalam hampir empat dekade. Pelemahan yen terjadi karena Jepang sangat bergantung pada impor energi, sehingga lonjakan minyak berpotensi meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan inflasi domestik.

Sementara itu, pound sterling bergerak di sekitar US$1,338. Mata uang Inggris masih bertahan relatif stabil, tetapi tetap menghadapi tekanan dari penguatan dolar dan kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat kembali mendorong inflasi Inggris.

Dalam jangka pendek, dolar masih berpeluang mempertahankan kekuatannya selama harga minyak tetap tinggi, yield Treasury terus naik, dan pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed. Namun, arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan konflik AS–Iran, pergerakan minyak, data inflasi Amerika, serta pesan The Fed pada pertemuan pekan depan.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai