Bursa Eropa Melemah, Minyak Jadi Ancaman
Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Senin (20/07), setelah aksi jual besar di sektor teknologi global pada akhir pekan lalu. Investor kini menunggu laporan kinerja emiten teknologi besar Amerika Serikat, rapat Bank Sentral Eropa atau ECB, serta perubahan politik di Inggris.
Indeks pan-European STOXX 600 turun 0,2% pada awal perdagangan. Di London, FTSE 100 melemah 0,4%, sementara DAX Jerman turun 0,2% dan IBEX Spanyol terkoreksi 0,4%.
Sentimen pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik setelah antara konflik Amerika Serikat dan Iran memasuki hari kesembilan. Kondisi ini mendorong harga Brent naik 2,2% dan kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi di kawasan Eurozone.
Kenaikan harga minyak membuat posisi ECB semakin rumit menjelang rapat kebijakan pada hari Kamis. Pasar memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga utama di level 2,25% setelah kenaikan pada bulan Juni, namun pengumuman harga energi dapat membuat Presiden ECB Christine Lagarde tetap memberikan sinyal hawkish.
Perhatian investor juga tertarik pada laporan keuangan Alphabet, Tesla, dan Intel pekan ini. Meski bursa Eropa tidak sepadat Wall Street dalam saham teknologi, sejumlah perusahaan industri, semikonduktor, dan penyedia peralatan chip di Eropa tetap bergantung pada belanja teknologi perusahaan besar AS.
Dampaknya ke pasar, saham energi seperti Shell, BP, dan TotalEnergies berpotensi diuntungkan oleh kenaikan minyak. Namun, sektor penerbangan seperti Ryanair dan Lufthansa tertekan karena biaya bahan bakar naik. Jika minyak terus menguat, bursa Eropa berisiko tetap berbahaya karena pasar kembali mencemaskan inflasi, suku bunga, dan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id