Bursa Eropa Mixed, Saham Energi Jadi Beban
Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (15/7), di tengah ketidakpastian makroekonomi dan perhatian investor terhadap laporan kinerja emiten. Euro STOXX 50 turun tipis 0,2% ke level 6.267, sementara STOXX Europe 600 naik 0,2% ke level 643.
Saham ASML sempat menjadi perhatian setelah perusahaan menaikkan panduan kinerja jangka pendek dan mengumumkan rencana ekspansi kapasitas produksi. Langkah ini didorong oleh hasil kuartal II yang lebih baik dari perkiraan serta kuatnya permintaan dari produsen chip.
Namun, tekanan di sektor semikonduktor membuat saham ASML gagal mempertahankan kenaikan. Setelah sempat melonjak 7% pada awal perdagangan, saham tersebut akhirnya ditutup mendatar karena investor masih berhati-hati terhadap prospek industri chip.
Di sisi lain, saham barang mewah menguat tajam setelah Richemont mencatat kinerja yang solid dan mendorong sahamnya naik 6%. LVMH dan Hermes juga ikut menguat sekitar 2,5%, menunjukkan minat beli masih kuat di sektor luxury goods.
Sementara itu, saham perbankan melemah karena kenaikan yield obligasi pemerintah menekan prospek kredit. Harga energi yang tetap tinggi akibat eskalasi serangan antara AS dan Iran juga menjadi beban tambahan bagi pasar, terutama karena risiko gangguan ekspor gas alam dan bahan bakar dari Timur Tengah masih membayangi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id