Dolar Melemah, PPI Jadi Ujian
Dolar AS kembali melemah terhadap seluruh mata uang utama G10 pada perdagangan Rabu. Tekanan ini muncul setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih dingin membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini mulai berkurang.
Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1% setelah sebelumnya melemah 0,4% pada Selasa. Pelemahan terjadi setelah data harga konsumen AS menunjukkan penurunan pada Juni untuk pertama kalinya dalam enam tahun, memberi sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Namun, pasar belum sepenuhnya tenang. Investor kini menunggu data Producer Price Index atau PPI AS yang akan dirilis Rabu. Ketua The Fed Kevin Warsh juga mengingatkan bahwa perlambatan inflasi Juni belum berarti misi melawan inflasi sudah selesai.
Analis menilai reli dolar kemungkinan sudah melewati fase terkuatnya. Inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat dorongan dari imbal hasil Treasury terhadap dolar ikut mereda. Yield Treasury 2 tahun bergerak stabil di sekitar 4,19% setelah sebelumnya turun 9 basis poin di New York.
Di pasar mata uang, USD/JPY turun tipis ke 162,06, AUD/USD naik ke 0,6987, NZD/USD menguat ke 0,5821, dan EUR/USD naik ke 1,1441. Sementara itu, USD/CNH melemah ke 6,7686. Dampaknya ke market, dolar masih berpotensi tertekan jika PPI kembali menunjukkan inflasi jinak, tetapi bisa bangkit lagi jika data produsen memberi sinyal tekanan harga belum selesai.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id