Wall Street Pulih, Risiko AI Belum Hilang
Bursa saham AS bergerak menguat pada perdagangan Rabu (24/6) setelah harga minyak turun dan saham teknologi mulai rebound. S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq Composite menguat 0,5%, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah sekitar 90 poin atau 0,2%. Kenaikan ini menunjukkan pasar mulai mencoba pulih setelah sehari sebelumnya tertekan aksi jual besar di sektor teknologi dan semikonduktor.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu sentimen pasar. Brent turun sekitar 4% ke area US$73 per barel, level terendah sejak sebelum AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari. West Texas Intermediate atau WTI juga melemah sekitar 4% ke area US$70 per barel. Turunnya harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga tekanan terhadap ekspektasi suku bunga The Fed sedikit berkurang.
Saham teknologi juga mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya. Micron naik sekitar 2%, sementara Sandisk menguat hampir 3%. Keduanya sempat anjlok pada perdagangan Selasa, dengan Micron turun sekitar 13% dan Sandisk ikut melemah tajam. ETF memori DRAM juga mulai rebound setelah sebelumnya jatuh dalam akibat kekhawatiran terhadap permintaan chip AI.
Fokus utama investor kini tertuju pada laporan keuangan Micron Technology yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Laporan ini dianggap penting karena dapat menjadi petunjuk apakah permintaan chip memori dan infrastruktur AI masih cukup kuat untuk menopang reli saham teknologi. Jika hasil dan proyeksi Micron solid, pasar bisa melihat koreksi sebelumnya sebagai aksi ambil untung sementara. Namun, jika hasilnya mengecewakan, tekanan pada saham chip berpotensi kembali berlanjut.
Pergerakan Rabu terjadi setelah Wall Street mengalami tekanan besar pada Selasa. Investor sebelumnya melepas saham-saham yang berkaitan dengan semikonduktor setelah muncul keraguan bahwa belanja besar perusahaan teknologi untuk AI akan menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi. VanEck Semiconductor ETF atau SMH bahkan ditutup turun sekitar 7%, mencerminkan tekanan luas pada sektor chip.
Ke depan, arah Wall Street akan sangat bergantung pada dua faktor utama: hasil laporan Micron dan perkembangan harga minyak. Jika Micron memberi sinyal permintaan AI masih kuat dan harga minyak terus turun, pasar saham berpeluang melanjutkan rebound. Namun, jika laporan Micron mengecewakan atau kekhawatiran terhadap valuasi AI kembali meningkat, Nasdaq dan saham teknologi masih rawan bergerak volatil. (arl)
Sumber : Newsmaker.id