Pasar Asia Menguat di Tengah Optimisme Kesepakatan AS-Iran
Pasar saham Asia mengikuti reli Wall Street, didorong oleh optimisme atas pembicaraan AS-Iran yang meredakan kekhawatiran ketegangan Timur Tengah. Minyak mentah dan imbal hasil obligasi AS bergerak lebih rendah, sementara Nvidia Corp. melemah menyusul perkiraan penjualan yang lebih moderat.
South Korean stocks melonjak lebih dari 4%, membawa MSCI Asia Pacific Index naik 1,2%. Samsung Electronics naik hingga 7% setelah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk menghindari mogok kerja. Namun, investor tetap berhati-hati, terlihat dari penurunan 0,5% pada futures indeks AS dan Bloomberg Dollar Spot Index yang stabil.
Brent naik tipis ke $105,60 per barel setelah jatuh lebih dari 5% sebelumnya. Pernyataan Trump bahwa AS berada dalam “tahap akhir” negosiasi dengan Iran meningkatkan ekspektasi aliran energi melalui Selat Hormuz akan segera pulih. Hal ini membantu meredam premi risiko pada minyak, meski pasokan fisik masih mengalami gangguan distribusi.
Optimisme kesepakatan di Timur Tengah memicu rebound pasar setelah empat hari kerugian, di tengah kekhawatiran imbal hasil obligasi yang meningkat dan valuasi saham teknologi yang tinggi. Investor juga menilai risiko inflasi dari harga minyak tinggi, menurunkan taruhan terhadap pemotongan suku bunga dan memunculkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di AS, S&P 500 naik lebih dari 1% dan Nasdaq 100 meningkat 1,7% pada hari Rabu, sementara indeks saham chip melonjak 4,5%. Nvidia memproyeksikan penjualan kuartal hingga Juli sekitar $91 miliar, melebihi estimasi analis $87 miliar, dan meningkatkan dividen kuartalannya serta mengumumkan pembelian saham senilai $80 miliar.
Meski pasar ekuitas menguat, investor tetap mencatat bahwa optimisme sebelumnya muncul tanpa tanda jelas kemajuan negosiasi. Negosiasi yang belum pasti membuat ketidakpastian tetap tinggi, dengan potensi eskalasi konflik menjadi faktor risiko yang perlu dipantau.
Poin Utama:
- Pasar Asia menguat didorong optimisme AS-Iran.
- Minyak dan imbal hasil obligasi AS turun.
- Nvidia melemah meski proyeksi penjualan di atas estimasi.
- Saham Korea dan Samsung melonjak setelah kesepakatan buruh.
- Investor masih waspada terhadap risiko konflik dan inflasi.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id