Bursa Eropa Menguat, Risiko Timur Tengah Tetap Jadi Fokus Utama
Saham Eropa bergerak menguat tipis pada Selasa (19/05), dengan EURO STOXX 50 naik 0,1% dan STOXX 600 bertambah 0,2%, memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya. Pelaku pasar tetap berhati-hati sembari memantau perkembangan konflik Timur Tengah dan ekspektasi potensi kesepakatan AS-Iran.
Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan semalam bahwa ia menunda rencana serangan ke Iran menyusul permintaan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan UEA. Pernyataan tersebut membantu mendorong harga minyak turun, sehingga untuk sementara meredakan tekanan risiko pada aset global yang sensitif terhadap volatilitas energi.
Di level saham, penguatan didorong oleh kenaikan SAP sebesar 3,2%, disusul Nestlé naik 1,3%, Unilever bertambah 1,4%, dan Airbus naik 1,2%. Sementara itu ASML Holding, HSBC, dan Novartis cenderung bergerak datar, mencerminkan sikap pasar yang masih menunggu kejelasan arah risiko geopolitik berikutnya.
Di sisi lain, Standard Chartered turun 0,7% setelah mengumumkan rencana pemangkasan lebih dari 7.000 pekerjaan dalam empat tahun sebagai bagian dari dorongan adopsi AI. Dari Jerman, pemerintah juga menyampaikan rencana untuk melakukan privatisasi ulang Uniper, perusahaan energi yang dinasionalisasi saat krisis energi Eropa 2022—kebijakan yang ikut dipantau pasar sebagai sinyal arah strategi negara terhadap aset strategis dan sektor energi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id