Teknologi Pimpin Reli, Wall Street Abaikan Sinyal Inflasi Produsen
Reli perusahaan teknologi terbesar dunia mendorong penguatan saham AS pada Rabu (13/5), menutupi data yang menunjukkan kebangkitan inflasi yang menekan obligasi karena pasar kembali menilai The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sentimen juga terbantu oleh pelemahan harga minyak, sementara tekanan di pasar obligasi muncul ketika imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik menuju level tertinggi sejak Juli.
S&P 500 naik 0,5% pada 12:53 waktu New York, mengarah ke rekor tertinggi baru. Nasdaq 100 menguat 0,9%, sementara Dow Jones turun 0,4%. Saham-saham chip ikut menguat, dengan indeks pembuat chip naik 2,5%, setelah pimpinan Nvidia, Tesla, dan Apple bergabung dalam delegasi bisnis Presiden Donald Trump ke China.
Namun, data inflasi grosir menambah alasan bagi pasar obligasi untuk bersikap defensif. Producer Price Index (PPI) naik 6% dibanding setahun lalu, melampaui seluruh estimasi dalam survei ekonom Bloomberg, dengan kenaikan bulanan paling tajam sejak 2022. Ukuran inti naik 5,2% dari April 2025, menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun.
Repricing suku bunga ikut menguat. Setelah laporan inflasi terbaru, Wall Street kembali menambah posisi bearish pada Treasury dan memperbesar taruhan bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun depan. Money market bahkan sempat memperhitungkan hingga 24 basis poin untuk kenaikan seperempat poin pada Juni 2027, dibanding 21 basis poin pada penutupan Selasa.
Dinamika ini menegaskan tarik-menarik utama pasar: earnings dan kepemimpinan sektor teknologi menopang ekuitas, sementara inflasi produsen dan kenaikan yield menjadi pembatas valuasi. HSBC menilai saham masih berpotensi melanjutkan reli karena pemulihan laba dan posisi investor yang masih relatif rendah dapat mengimbangi ancaman dari naiknya imbal hasil.
Fokus berikutnya bagi pasar adalah hasil pertemuan AS–China, arah pergerakan yield jangka panjang, serta apakah tekanan PPI berlanjut ke inflasi konsumen dan ekspektasi kebijakan The Fed.(arl)
Sumber: Newsmaker.id