Bursa Eropa Bervariasi, Kebuntuan AS-Iran Jaga Sentimen Tetap Rapuh
Bursa saham Eropa dibuka bervariasi pada Senin (11/05), dengan investor menimbang kebuntuan terbaru dalam negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali menambah premi risiko geopolitik.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 bergerak di sekitar level datar tak lama setelah pembukaan di London. FTSE 100 Inggris naik sekitar 0,3%, sementara DAX Jerman turun tipis mendekati 0,1%. CAC 40 Prancis melemah hampir 0,5%, dan FTSE MIB Italia turun sekitar 0,1%.
Sebagian besar sektor regional berada di zona merah, namun saham minyak dan gas serta teknologi mencatat kenaikan, masing-masing sekitar 0,9% dan 1,1%. Pola ini mencerminkan rotasi selektif: investor cenderung mengurangi eksposur ke sektor siklikal sambil mempertahankan posisi pada sektor yang sensitif terhadap harga energi dan tema defensif tertentu.
Sentimen global memasuki pekan baru dalam kondisi rapuh setelah Presiden AS Donald Trump menyebut kontrausulan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah “tidak dapat diterima.” Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan Teheran meminta penghentian perang di semua front dan pencabutan sanksi, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan konflik dengan Iran “belum berakhir” seiring target AS-Israel membatasi ambisi nuklir Teheran.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, harga minyak menguat dan futures saham AS bergerak lebih rendah dalam perdagangan semalam, menegaskan transmisi klasik geopolitik: risiko pasokan energi mendorong minyak naik, lalu meningkatkan ketidakpastian inflasi dan menekan aset berisiko. Fokus pasar juga tertuju pada agenda Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping, di tengah isu perdagangan, kontrol ekspor rare earth, dan geopolitik global, sementara Eropa tidak memiliki rilis data atau musim laporan keuangan utama pada Senin. (asd)
Sumber: Newsmaker.id