• Mon, May 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 May 2026 15:42  |

Minyak Melonjak Saat Risiko Pasokan Hormuz Kembali Menguat

Harga minyak reli pada Senin (11/5), dipicu kekhawatiran pasokan setelah Presiden AS Donald Trump menyebut respons Iran terhadap proposal AS “tidak dapat diterima”, sementara Selat Hormuz disebut masih largely closed sehingga pasar global tetap ketat. Reli ini datang sehari setelah sentimen gencatan senjata sempat menekan harga pada pekan sebelumnya.

Brent naik $4,04 atau 3,99% ke $105,33 per barel pada 06.14 GMT, sementara WTI menguat $4,43 atau 4,64% ke $99,85. Pekan lalu, kedua kontrak mencatat penurunan mingguan sekitar 6% karena harapan konflik 10 pekan segera mereda dan transit minyak melalui Hormuz dapat pulih.

Pergerakan harga kembali menegaskan pasar minyak yang sangat headline-driven, dengan volatilitas dipengaruhi setiap sinyal penolakan atau peringatan dari Washington dan Teheran. Fokus pasar kini mengarah ke kunjungan Trump ke Beijing pada Rabu, yang menurut pejabat AS akan mencakup pembahasan Iran, di tengah ekspektasi bahwa China dapat mendorong jalur menuju gencatan senjata dan pemulihan arus di Hormuz.

Dari sisi fundamental, gangguan pasokan disebut sudah berdampak ke keseimbangan pasar: CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak dalam dua bulan terakhir dan pasar energi memerlukan waktu untuk stabil meski aliran kembali normal. Data pelayaran Kpler juga menunjukkan tiga tanker pembawa minyak mentah keluar dari Hormuz pekan lalu dengan pelacak dimatikan untuk menghindari serangan Iran, menandai upaya mempertahankan ekspor Timur Tengah di tengah risiko keamanan.

ANZ menilai premi risiko geopolitik berpotensi tetap tertanam dalam harga, dengan proyeksi Brent bertahan di atas $90 per barel sepanjang 2026 dan sekitar $80–$85 pada 2027 seiring pemulihan pertumbuhan permintaan dan inventori yang dibangun kembali. Di sisi permintaan, impor minyak China disebut turun ke level terendah hampir empat tahun pada April, memperlihatkan bagaimana disrupsi pasokan dan kondisi arus perdagangan ikut memengaruhi dinamika pasar.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai