Emas Turun Saat Risiko Inflasi Naik Usai Trump Tolak Proposal Iran
Harga emas melemah setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran atas proposal perdamaian untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, memperkuat kekhawatiran inflasi dan menekan prospek pemangkasan suku bunga.
Bullion sempat turun hingga 1,4% ke bawah US$4.650 per ons, sementara pasar menilai Washington dan Teheran masih jauh dari kesepakatan kerangka damai, dengan Trump menyebut respons Iran “totally unacceptable.”
Pada 10:19 pagi waktu London, spot gold turun 1,1% ke US$4.665,02 per ons, indeks dolar Bloomberg naik 0,1%, sementara perak stabil di US$80,27 dan platinum serta palladium melemah.
Tekanan pada emas muncul lewat kanal inflasi: dampak perang terhadap harga energi dinilai mengurangi ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan, kondisi yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas. Serangan akhir pekan juga menyoroti rapuhnya gencatan senjata yang dimulai 8 April, termasuk insiden drone pada Minggu yang sempat membakar kapal kargo di lepas Qatar, serta laporan Uni Emirat Arab dan Kuwait yang mengklaim telah mencegat drone bermusuhan.
Ke depan, perhatian mengarah ke rilis data inflasi konsumen AS pada Selasa yang diperkirakan menegaskan inflasi masih menjadi risiko, menyusul kenaikan bulanan terbesar sejak 2022 pada Maret. Data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat juga memperlihatkan payrolls kembali bertambah pada April untuk bulan kedua beruntun, sementara tingkat pengangguran stabil di 4,3%, memberi Federal Reserve ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih lama di tengah risiko inflasi baru dari perang dengan Iran.
Dari sisi kebijakan, masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell disebut berakhir pekan ini, dan persepsi risiko terhadap independensi The Fed sempat menjadi pendorong reli emas pada awal tahun. Di sisi permintaan fisik, Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan warga menahan pembelian emas setidaknya selama setahun untuk menjaga cadangan devisa di tengah kebutuhan impor bahan bakar, mengingat India merupakan importir bullion terbesar kedua dunia dan emas menjadi komponen terbesar tagihan impor setelah minyak. (yds)
Sumber: Newsmaker.id