S&P 500 Cetak Rekor Baru, Bukukan Kenaikan Mingguan Terpanjang Sejak 2024
Pasar saham Amerika Serikat kembali menguat pada Jumat (8/5) setelah laporan ketenagakerjaan April menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, sementara investor juga mencermati perkembangan terbaru antara AS dan Iran.
Indeks S&P 500 naik 0,84% dan ditutup di level rekor 7.398,93. Nasdaq Composite melonjak 1,71% ke 26.247,08, dengan keduanya sempat mencetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa sebelum ditutup di level tertinggi baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 12,19 poin menjadi 49.609,16.
Ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan mingguan, didorong oleh kinerja laba perusahaan yang solid, khususnya dari sektor teknologi. Nasdaq berada di jalur kenaikan sekitar 4% dalam sepekan, sementara S&P 500 menguat sekitar 2% dan membukukan enam pekan kenaikan berturut-turut—terpanjang sejak 2024. Dow Jones tertinggal dengan kenaikan mingguan sekitar 0,2%.
Sentimen pasar turut diperkuat oleh data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 115.000 pada April, jauh di atas ekspektasi 55.000. Tingkat pengangguran juga bertahan di 4,3%, sesuai perkiraan pasar.
Di sisi lain, harga minyak bergerak sedikit lebih tinggi setelah terjadi saling serang antara AS dan Iran di Selat Hormuz. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1% mendekati US$95 per barel. Komando Pusat AS menyatakan pasukannya mencegat serangan Iran dan melakukan serangan balasan saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.
Pergerakan pasar mencerminkan optimisme investor terhadap ketahanan ekonomi AS, meski risiko geopolitik di kawasan Teluk masih membayangi sentimen global.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id