Emas Menguat, Gencatan Senjata Iran Masih Bertahan
Harga emas menguat pada Jumat (8/5) dan berada di jalur kenaikan mingguan, didukung oleh pelemahan dolar AS setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga menyusul laporan tenaga kerja April yang solid. Sentimen juga terdorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku meskipun terjadi bentrokan di Selat Hormuz.
Pada perdagangan sore waktu New York, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$4.717,91 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,4% ke US$4.727,11 per ons. Secara mingguan, emas spot telah naik lebih dari 2% setelah sempat menyentuh level terendah dalam satu bulan pada awal Mei.
Pasar tetap mencermati perkembangan di Timur Tengah, khususnya situasi di sekitar Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Jalur tersebut secara efektif tertutup sejak konflik pecah pada akhir Februari, memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.
Pekan ini, Amerika Serikat sempat meluncurkan dan kemudian menangguhkan operasi “Project Freedom” yang bertujuan membantu kapal komersial melintasi selat dengan aman. Di sisi lain, militer AS sejak pertengahan April tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran.
Komando Pusat AS pada Jumat menyatakan telah menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker minyak kosong berbendera Iran yang berupaya memasuki pelabuhan Iran di Teluk Oman. Militer AS juga sebelumnya mengklaim berhasil mencegat serangan Iran terhadap tiga kapal perang Amerika yang melintas di Selat Hormuz. Media AS melaporkan bahwa Washington membalas dengan menyerang target di pelabuhan Qeshm dan kota Bandar Abbas.
Ketegangan terbaru ini terjadi ketika Iran menyatakan masih meninjau proposal perdamaian satu halaman berisi 14 poin yang berpotensi mengakhiri konflik, dan belum mengambil keputusan akhir. Trump mengatakan kepada media bahwa serangan terbaru tersebut hanya “sentuhan ringan” dan menegaskan gencatan senjata masih berlaku. Namun ia juga memperingatkan bahwa AS akan merespons dengan kekuatan yang jauh lebih besar jika kesepakatan tidak segera ditandatangani.
Pergerakan emas mencerminkan keseimbangan antara risiko geopolitik yang meningkat dan ekspektasi kebijakan moneter, dengan investor tetap waspada terhadap setiap perkembangan baru di kawasan Teluk.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id