Minyak Melonjak, Serangan AS ke Iran Didihkan Risiko Selat Hormuz
Harga minyak kembali menguat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer hari kedua terhadap Iran. Brent pada Kamis (11/06) naik ke sekitar US$95,25/barel, sementara WTI menguat ke US$92,48/barel, karena pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik setelah Iran mengklaim menutup seluruh lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.
Kenaikan minyak juga didukung oleh turunnya persediaan minyak mentah AS sebesar 7,2 juta barel, menandakan pasokan fisik masih ketat. Ke depan, arah harga minyak akan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS-Iran dan kondisi arus kapal di Hormuz. Jika gangguan berlanjut, harga energi berisiko tetap tinggi dan bisa menambah tekanan inflasi global. (asd)
Harga Oil pada Saat Analisis Ini Dirilis berada pada Level $94.40
- Beli jika harga bergerak ke $95.49
- Jual jika harga bergerak ke $94.68
Resistensi 2: $96.71
Resistensi 1: $95.89
Support 1: $94.26
Support 2: $93.44
Perhatian : Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum mengambil keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id