• Fri, Apr 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 April 2026 08:06  |

Saham Asia Melemah, Talks AS–Iran Mandek!

Bursa Asia dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa pembicaraan AS–Iran belum menunjukkan kemajuan berarti untuk meredakan konflik Timur Tengah, sementara Selat Hormuz tetap efektif tertutup. MSCI Asia Pacific turun 0,1% pada awal perdagangan, mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap risiko pasokan energi dan dampaknya ke inflasi.

Di sisi global, Wall Street bergerak terbatas pada Kamis, namun Nasdaq 100 futures naik 0,6% pada awal Jumat setelah laporan kinerja Intel memicu optimisme. Saham Intel melonjak 19% di perdagangan setelah jam bursa setelah proyeksi penjualan melampaui ekspektasi, sementara saham semikonduktor menjadi outlier dengan kenaikan beruntun hingga 17 sesi.

Risk appetite melemah ketika minyak kembali menguat. Brent dibuka naik 1,1% ke $106,20 per barel pada Jumat, didorong premi geopolitik karena ketidakjelasan kapan arus Hormuz bisa pulih. Indeks dolar bertahan menguat dan menuju performa bulanan terbaiknya, sementara Treasuries mempertahankan pelemahan setelah harga minyak yang lebih tinggi kembali memunculkan kekhawatiran inflasi.

Pasar menilai arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh apakah ketegangan beralih ke diplomasi atau kembali eskalatif. Pelaku pasar memantau sinyal dari Washington dan Teheran, termasuk perkembangan lapangan di Hormuz, karena gangguan berkelanjutan berisiko menjaga minyak di level tinggi dan menekan prospek pertumbuhan global. Sejumlah analis menilai selama arus di selat masih terbatas, pengetatan pasokan akan berlanjut dan harga minyak tetap didukung.

Di luar ekuitas dan minyak, yen datar pada awal Jumat setelah melemah empat sesi beruntun, sementara Menteri Keuangan Jepang menyatakan otoritas memantau pergerakan spekulatif yang menjaga yen lemah. Emas dibuka relatif stabil setelah turun pada sesi sebelumnya, dan Bitcoin bergerak datar di sekitar $78.000.

Ke depan, pasar tetap headline-driven: perkembangan talks AS–Iran, status pelayaran Hormuz, dan respons kebijakan akan menjadi penentu utama pergerakan lintas aset. Di sisi fundamental, musim laporan keuangan masih memberi bantalan karena sekitar 80% emiten acuan ekuitas AS sejauh ini melampaui estimasi laba kuartal pertama, namun sensitivitas terhadap minyak dan inflasi tetap tinggi selama risiko geopolitik belum mereda.(Asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Risk-Off, Minyak Melonjak Lagi di Tengah Perang I...

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis, ketika investor masih bergulat dengan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketega...

12 March 2026 07:32
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai