Takaichi Efek? Yen Tiba-Tiba “Bangun”
USD/JPY melemah mendekati 155,90 pada awal sesi Asia, Selasa (10/1). Yen Jepang menguat setelah hasil pemilu di Jepang memicu sentimen positif ke mata uang tersebut. Pasar juga mulai mengurangi posisi di dolar karena fokus beralih ke serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Pemicu utamanya datang dari politik Jepang: Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan besar pada pemilu hari Minggu. LDP disebut meraih 316 dari 465 kursi di majelis rendah, sebuah capaian yang jarang terjadi. Kabar ini diperkuat oleh “peringatan” dari pejabat Jepang yang kembali menegaskan mereka siap mengawasi pergerakan yen di pasar valuta asing.
Dari sisi AS, nada pejabat Federal Reserve juga ikut memengaruhi arah dolar. Gubernur Fed Stephen Miran menyatakan pelemahan dolar belum menjadi masalah besar bagi bank sentral saat ini. Pernyataan ini membuat sebagian pelaku pasar merasa Fed tidak terburu-buru merespons pergerakan USD, sehingga ruang koreksi dolar masih terbuka.
Selanjutnya, pasar menunggu Penjualan Ritel AS yang rilis Selasa malam sebagai pemicu arah berikutnya. Lalu pada Rabu, perhatian beralih ke laporan ketenagakerjaan Januari yang tertunda, dengan perkiraan NFP naik 70.000 dan tingkat pengangguran bertahan 4,4%. Kalau data tenaga kerja terlihat membaik, dolar bisa mendapat “bantalan” dan menahan pelemahan lebih dalam—tapi kalau melemah, yen berpeluang lanjut menguat.
Sumber: Newsmaker.id