Dolar Menguat Euro & Pound Melemah usai ECB–BoE Tahan Suku Bunga
Dolar AS bergerak naik tipis pada Kamis (5/2), melanjutkan pemulihan dari level rendah sebelumnya di tengah volatilitas pasar saham global. Di saat yang sama, euro dan pound sterling melemah setelah ECB dan Bank of England kompak mempertahankan suku bunga.
Pada pukul 13:43 waktu AS, Dollar Index naik 0,2% ke 97,77, mendekati level tertinggi dua pekan.
Volatilitas saham dorong “flight to safety” ke dolar
Penguatan dolar terjadi ketika pasar saham bergejolak, dipicu kekhawatiran soal belanja AI yang dinilai terlalu “panas” dan berisiko menekan valuasi. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung mengurangi aset berisiko dan kembali ke aset safe-haven—termasuk dolar.
Sentimen dolar juga ikut ditopang oleh ekspektasi arah kebijakan The Fed setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat kuat pemimpin bank sentral berikutnya. Pasar menilai Warsh berpotensi kurang dovish, sehingga menjaga ekspektasi kebijakan moneter tetap relatif ketat.
Data tenaga kerja AS melemah, tapi pasar masih wait-and-see
Dari sisi data, sinyal pendinginan pasar tenaga kerja AS makin terlihat: laporan pemutusan kerja Januari melonjak ke level tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2009, klaim pengangguran awal lebih tinggi dari perkiraan, dan lowongan kerja (JOLTS) Desember mengecewakan. Namun, rilis data ketenagakerjaan utama AS yang semula dijadwalkan Jumat disebut tertunda akibat shutdown singkat pemerintah, membuat pasar cenderung menahan reaksi besar.
Euro & pound tertekan pasca bank sentral “tahan suku bunga”
Di Eropa, EUR/USD turun 0,1% ke 1,1799 setelah ECB menahan suku bunga sesuai ekspektasi. ECB menilai inflasi berpeluang stabil menuju target 2% dalam jangka menengah, sementara ekonomi masih cukup tangguh meski menghadapi lingkungan global yang menantang. Inflasi zona euro terbaru juga turun ke 1,7% yoy (Januari) dari 1,9% (Desember).
Sementara itu, GBP/USD turun 0,9% ke 1,3544 usai BoE juga menahan suku bunga. BoE menyebut inflasi diproyeksikan kembali ke target 2% pada musim semi, namun pasar menangkap sinyal bahwa dinamika internal MPC makin “ketat” karena trade-off ekonomi yang meningkat.
Asia: yen lemah jelang pemilu, yuan stabil, aussie terkoreksi
Di Asia, USD/JPY naik tipis 0,1% ke 156,84 karena yen masih tertekan menjelang pemilu majelis rendah akhir pekan ini—pasar menilai hasil pemilu bisa membuka ruang belanja fiskal yang lebih besar, di tengah kekhawatiran beban fiskal Jepang.
USD/CNY sedikit turun ke 6,9378, dengan yuan bertahan dekat level terkuat hampir tiga tahun, didukung fixing yang relatif kuat dari PBoC dan pergerakan pasangan yang nyaman di bawah level psikologis 7.
Di sisi lain, AUD/USD turun 0,4% ke 0,6960, terkoreksi kembali di bawah 0,70 setelah reli dua hari, meski RBA baru saja menaikkan suku bunga 25 bps dan merevisi naik proyeksi pertumbuhan serta inflasi.(yds)
Sumber: investing.com