USD/CHF Lanjut Turun, Dolar AS Tertekan Risalah The Fed
USD/CHF kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/7) dan memperpanjang penurunan untuk hari kedua beruntun. Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar 0,8065, turun 0,15% pada saat penulisan.
Tekanan utama datang dari melemahnya dolar AS setelah rilis risalah rapat terbaru Federal Reserve. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa pejabat The Fed masih berbeda pandangan soal arah suku bunga ke depan.
Sebagian pejabat memperkirakan suku bunga kebijakan akan mengakhiri tahun di sekitar level saat ini, yakni 3,6%. Namun, sebagian lainnya menilai kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan sebelum akhir tahun.
Ketidakpastian ini membuat dolar AS kehilangan tenaga. Pasar mulai ragu apakah The Fed akan tetap agresif atau memilih lebih berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya.
Padahal, data tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan. Initial Jobless Claims turun menjadi 215 ribu pada pekan yang berakhir 4 Juli, dari sebelumnya 217 ribu. Sementara itu, Continuing Jobless Claims naik tipis menjadi 1,814 juta.
Namun, pelemahan dolar AS tertahan oleh faktor geopolitik. Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi energi, terutama jika gangguan pasokan minyak kembali terjadi.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya berada di atas 30%, naik dari kurang dari 20% pada pekan sebelumnya. Ekspektasi ini membuat dolar AS masih memiliki bantalan, meskipun sedang tertekan.
Dari Timur Tengah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa setiap aksi militer lanjutan dari AS akan dibalas. Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada di bawah kendali Iran.
Di sisi lain, franc Swiss terus mendapat dukungan sebagai aset safe haven. Meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi membuat permintaan terhadap mata uang Swiss tetap kuat.
Swiss National Bank juga menegaskan masih siap melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan. Langkah itu bertujuan mencegah penguatan franc Swiss yang terlalu berlebihan sekaligus membatasi tekanan inflasi impor.
Bagi market, USD/CHF masih berada dalam tekanan selama dolar AS dibayangi ketidakpastian arah kebijakan The Fed. Namun, risiko geopolitik dan peluang suku bunga AS tetap tinggi dapat menahan penurunan pasangan mata uang ini agar tidak terlalu dalam.(arl)
Sumber:: Newsmaker.id