“Sell America” Menguat, Franc Swiss Perkasa dan Tekan Dolar
USD/CHF lagi “terpuruk” di pasar pada Selasa (27/1). Dolar AS melemah secara luas dan itu langsung bikin arus pindah ke Franc Swiss makin deras. Pasangan ini turun lebih dari 1% dan sempat bergerak di sekitar 0,7666—area terendah sejak 2011, menandakan tekanan jual USD lagi brutal.
Franc Swiss kebagian panggung karena statusnya sebagai safe haven. Di saat pasar mulai mempertanyakan “keamanan” aset dolar, CHF jadi tujuan parkir yang terasa lebih defensif. Narasi “sell America” menguat: agenda dagang Trump yang agresif, ancaman tarif yang berulang, sampai isu campur tangan politik terhadap independensi The Fed bikin kepercayaan pada kebijakan AS terlihat goyah.
Dari sisi headline, Trump kembali memanaskan suhu perang dagang dengan menyebut rencana menaikkan tarif impor Korea Selatan menjadi lebih tinggi dari tarif yang berlaku saat ini. Trump menuding parlemen Korea Selatan belum meratifikasi kesepakatan dagang tahun lalu, dan menyebut sektor seperti otomotif, kayu, dan farmasi bisa ikut kena imbas. Pasar membaca ini sebagai tambahan risiko yang menekan dolar.
Tekanan dolar makin berat karena rumor soal potensi intervensi valas terkoordinasi AS–Jepang untuk menopang yen. Walau belum ada konfirmasi resmi, rumor semacam ini biasanya cukup untuk memicu aksi lepas posisi beli dolar secara massal—trader jadi ogah pegang USD terlalu besar menjelang event risk.
Cerminnya kelihatan di DXY yang turun ke level terlemah sejak awal 2022. Saat dolar melemah di depan banyak mata uang, CHF yang memang “makanan sehari-harinya” adalah risk-off langsung ikut kebut.
Penguatan franc yang terlalu kencang juga bikin pasar menoleh ke SNB. CHF yang terlalu kuat bisa menekan ekonomi Swiss yang banyak bergantung pada ekspor dan bisa menyeret inflasi yang sudah rendah menjadi makin rendah. Karena itu, risiko respons SNB—dari intervensi sampai wacana kebijakan yang lebih longgar—mulai kembali dihitung pasar.
Selanjutnya, panggung utama tetap di The Fed. Pasar luas memperkirakan suku bunga ditahan, tapi yang paling ditunggu adalah nada Powell: apakah tetap hawkish, atau memberi sinyal lebih lunak. Perubahan tone sekecil apa pun bisa jadi pemicu gelombang lanjutan di dolar. Besok juga ada rilis ZEW Swiss (ekspektasi) yang bisa menambah warna untuk arah CHF. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id