Emas Ngegas di Atas $5.000, “Debasement Trade” Makin Ramai
Emas lanjut menguat dan bertahan di atas $5.000/oz untuk hari kedua, didorong dolar yang melemah dan arus investor yang makin defensif. Permintaan safe haven naik lagi karena pasar melihat risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan belum reda.
Di sesi Asia, spot gold naik sekitar 1% ke $5.065,07/oz, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor baru. Perak juga ikut “ngamuk”, melonjak sekitar 5,2% ke $109,22/oz setelah sempat menyentuh rekor di sesi sebelumnya.
Pemantik terbaru datang dari perang tarif. Presiden AS Donald Trump mengancam menaikkan tarif barang Korea Selatan, setelah sebelumnya menekan Kanada dengan ancaman tarif besar jika Ottawa membuat kesepakatan dagang dengan China. Di saat yang sama, dolar melemah—membuat logam mulia lebih “murah” bagi pembeli global.
Reli ini juga dipandang sebagai “debasement trade”: investor mulai mundur dari mata uang dan obligasi pemerintah, lalu parkir ke aset riil seperti emas. Gejolak di pasar obligasi Jepang belakangan ikut menguatkan narasi bahwa pasar makin sensitif terhadap risiko fiskal dan arah kebijakan.
Suhu pasar opsi ikut naik. Reuters mencatat volatilitas tersirat di pasar emas kembali tinggi, menandakan trader bersiap untuk pergerakan yang makin liar. Banyak pelaku pasar memilih “beli saat koreksi” ketimbang melawan tren.
Ke depan, fokus besar mengarah ke rapat The Fed dan rumor soal kandidat pilihan Trump untuk ketua Fed berikutnya. Amundi menilai meningkatnya “isolasi” AS dan tanda tanya kebijakan Fed mendorong investor mengurangi aset dolar dan memperbesar porsi emas sebagai pelindung daya beli.
Inti poin (5):
- Emas bertahan di atas $5.000 karena safe haven diburu.
- Dolar melemah, membantu reli logam mulia.
- Ancaman tarif Trump (Korea & Kanada) tambah ketidakpastian.
- “Debasement trade” kembali ramai: investor menjauh dari obligasi & mata uang.
- Pasar menunggu The Fed dan arah kepemimpinan Fed berikutnya; Amundi melihat arus pindah dari dolar ke emas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id