Emas Ngeyel di Zona Rekor
Emas kembali menguat dan tetap bertahan di atas level psikologis utama, melanjutkan reli yang ditopang dua hal: dolar yang melemah dan kebutuhan investor mencari aset aman saat risiko global naik lagi.
Dorongan datang dari pelemahan dolar yang membuat emas terasa lebih menarik bagi pembeli di luar Amerika. Di saat yang sama, tensi dagang ikut memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman kenaikan tarif besar terhadap barang-barang dari Korea Selatan.
Kenaikan emas belakangan ini juga dibaca sebagai kembalinya “perdagangan pelemahan mata uang”, ketika pelaku pasar mulai menjauh dari mata uang dan obligasi pemerintah. Gejolak di pasar obligasi Jepang baru-baru ini ikut memperkuat narasi bahwa investor sedang makin sensitif terhadap risiko fiskal.
Logam mulia lain ikut bergerak. Perak masih menguat meski sempat mundur dari puncak terbarunya, sementara platinum dan paladium juga ikut naik. Di sisi lain, indeks dolar cenderung stabil setelah sebelumnya melemah.
Dari sisi teknikal, analis menilai jalur termudah emas masih mengarah ke atas selama harga bertahan di atas batas psikologis tersebut. Fokus pasar kini mengarah ke area target berikutnya, sementara level penopang terdekat tetap jadi kunci: kalau goyah, ruang koreksi bisa melebar. (az)
Sumber: Newsmaker.id