Emas Ngegas Lagi di Atas $5.000, Trader Pilih “Buy the Dip”
Emas melanjutkan kenaikan dan bertahan di atas $5.000/oz untuk hari kedua, karena dolar yang melemah membuat reli safe haven makin panjang. Harga spot XAU/USD terpantau sekitar $5.054/oz (bid/ask di area $5.053–$5.055), naik kira-kira +0,9% dari penutupan sebelumnya.
Dorongan datang dari melemahnya dolar ke area terendah dalam hampir empat tahun, di tengah spekulasi AS bisa ikut mendorong penguatan yen. Di saat yang sama, pasar juga mencerna ancaman Trump untuk menaikkan tarif barang Korea Selatan—yang kembali menambah ketidakpastian.
Reli emas ini dianggap cerminan “debasement trade”: investor mulai menjauh dari mata uang dan obligasi pemerintah, sehingga logam mulia kembali jadi tempat berlindung. Aksi jual besar di pasar obligasi Jepang belakangan ini ikut memperkuat narasi bahwa pasar makin sensitif terhadap risiko fiskal.
Rangkaian manuver politik luar negeri AS juga bikin pasar gampang kaget—mulai dari isu Greenland, Venezuela, sampai sorotan terhadap independensi bank sentral. Setelah akhir pekan menekan Kanada dengan ancaman tarif besar, kini perhatian bergeser ke Korea Selatan, membuat risk premium belum benar-benar hilang.
Di logam lain, perak ikut melonjak. XAG/USD terpantau sekitar $109,80/oz, naik sekitar +5,7% dari penutupan sebelumnya, meski sempat turun dari puncak rekor sesi lalu.
Pasar opsi juga menunjukkan suhu makin panas: volatilitas tersirat kontrak emas Comex disebut menyentuh level tertinggi sejak puncak gejolak Covid, dan pelaku pasar cenderung membeli saat koreksi kecil alih-alih melawan tren. Fokus berikutnya: keputusan The Fed pada Rabu dan arah kandidat pilihan Trump untuk kursi ketua Fed berikutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id