DXY Tembus Low Mei, Pasar Tunggu Sinyal Jackson Hole
Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis (20/8) dan menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan setelah langkah Departemen Keuangan AS membantu meredakan tekanan di pasar obligasi. Dollar Index (DXY) turun ke sekitar 98,56, level terendah sejak 14 Mei, sementara EUR/USD naik ke sekitar 1,1710, tertinggi sejak pertengahan Mei.
Tekanan terhadap greenback muncul setelah Treasury AS mengambil langkah untuk menenangkan pasar obligasi yang sebelumnya mengalami aksi jual tajam. Yield Treasury tenor 30 tahun sempat mencapai 5,337%, level tertinggi dalam 19 tahun, sebelum turun ke sekitar 5,22% setelah kebijakan pemerintah yang secara efektif menggeser sebagian kebutuhan pendanaan ke Treasury bills berjangka lebih pendek.
Pasar obligasi sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah AS, tingginya harga minyak, serta belum adanya kemajuan berarti dalam penyelesaian konflik AS-Israel dengan Iran. Risiko tersebut mendorong investor meminta premi lebih tinggi untuk memegang obligasi jangka panjang dan sempat mengangkat yield ke level tertinggi sejak 2007.
Dari sisi moneter, FOMC Minutes Juli menunjukkan kekhawatiran inflasi di internal Federal Reserve masih tinggi. Sejumlah pejabat siap mendukung kenaikan suku bunga dan banyak anggota menilai pengetatan tambahan mungkin diperlukan jika inflasi gagal bergerak menuju target 2%. Namun, Ketua Fed Kevin Warsh sejauh ini masih berhati-hati memberikan arahan mengenai jalur suku bunga berikutnya.
Fokus investor kini beralih ke Jackson Hole Symposium yang digelar Federal Reserve Kansas City. Pasar akan mencari petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Warsh. Pelemahan dolar sementara ini juga mendukung mata uang utama lainnya, dengan GBP/USD naik ke sekitar 1,3661, sementara USD/JPY turun ke sekitar 158,51, menjauh dari level psikologis 160.
Analisis Newsmaker: bias dolar masih cenderung bearish selama yield Treasury tetap terkendali dan pasar belum kembali menaikkan ekspektasi Fed hike. DXY yang turun di bawah 99,00 menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat. Namun, Jackson Hole dapat menjadi titik balik berikutnya. Jika Warsh menekankan risiko inflasi dan membuka ruang pengetatan, dolar berpotensi rebound. Sebaliknya, nada yang lebih berhati-hati dapat memperpanjang penguatan euro, poundsterling, yen, dan aset seperti emas.(arl)
Source: Newsmaker.id