• Thu, Aug 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 August 2026 19:29  |

Krisis Iran Dorong Brent ke Level Tertinggi 3 Pekan

Harga minyak melonjak pada perdagangan Kamis (20/8) dan mencapai level tertinggi dalam tiga pekan, didorong kekhawatiran bahwa kebuntuan perang Iran akan terus mengganggu pasokan dari kawasan Timur Tengah. Brent kontrak Oktober naik sekitar 3,1% ke US$94,42 per barel, sementara WTI September menguat ke US$88,67 per barel. Kedua benchmark mencatat kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut.

Sentimen bullish semakin kuat setelah Uni Emirat Arab memutuskan menghentikan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah tersebut kembali menyoroti memburuknya hubungan antara Teheran dan salah satu produsen minyak utama di kawasan Teluk.

Ketegangan AS-Iran juga belum menunjukkan tanda mereda. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan Selat Hormuz telah terbuka. Namun, Teheran memberikan versi berbeda dengan menyebut jalur tersebut masih ditutup. Trump juga memperingatkan konsekuensi ekonomi bagi negara mana pun yang memberikan dukungan kepada Iran.

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih sangat rendah dibandingkan kondisi sebelum perang. Sebelum konflik dimulai pada akhir Februari, jalur tersebut menangani volume minyak setara sekitar seperlima konsumsi global. Terbatasnya arus tanker membuat pasar terus memasukkan premi risiko geopolitik yang lebih besar ke dalam harga minyak.

Gangguan pasokan juga mulai terlihat pada produk olahan. Data Energy Information Administration menunjukkan stok distilat AS, termasuk diesel dan heating oil, turun untuk pekan ketiga berturut-turut. Namun, persediaan minyak mentah AS justru secara tak terduga naik 4,4 juta barel, menjadi salah satu faktor yang berpotensi membatasi reli lebih lanjut.

Analisis Newsmaker: momentum minyak masih cenderung bullish kuat selama kebuntuan di Hormuz dan konflik Iran belum mereda. Brent yang sudah menembus US$94 membuka peluang menguji area US$95, bahkan level yang lebih tinggi jika arus pasokan semakin terganggu. Namun, setelah lima sesi kenaikan beruntun dan adanya kenaikan stok crude AS, risiko profit taking tetap perlu diwaspadai jika muncul tanda-tanda deeskalasi. (arl)

Source: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai