Euro Naik Tajam, Dolar Terjebak Tekanan Treasury
Euro melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (20/8), dengan EUR/USD bergerak sedikit di atas 1,1700. Pasangan ini telah melonjak sekitar 1,13% dari posisi terendah Rabu, seiring tekanan yang semakin besar terhadap greenback.
Pelemahan dolar terutama dipicu oleh keputusan Departemen Keuangan AS untuk memperbesar program buyback obligasi pemerintah jangka panjang. Mulai 9 September, ukuran maksimum operasi pembelian kembali untuk mendukung likuiditas akan digandakan dari sekitar US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi.
Langkah tersebut ditujukan untuk meredakan tekanan pada yield Treasury tenor panjang yang sempat melonjak tajam dalam beberapa sesi terakhir. Ketika harga obligasi naik akibat meningkatnya permintaan dari program buyback, yield cenderung turun dan mengurangi daya tarik dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Tekanan di pasar obligasi sebelumnya meningkat setelah data Departemen Keuangan menunjukkan total utang pemerintah AS telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya. Besarnya beban utang tersebut mendorong investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk memegang surat utang AS, sehingga yield jangka panjang sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun.
Namun, kebijakan buyback mengubah arah pasar secara cepat. Turunnya yield Treasury melemahkan dukungan fundamental bagi dolar, sementara euro mendapat ruang untuk memperpanjang reli. Pergerakan ini juga menunjukkan bahwa pasar mulai semakin sensitif terhadap kebijakan fiskal dan upaya pemerintah AS menjaga stabilitas pasar obligasi.
Analisis Newsmaker: EUR/USD saat ini memiliki momentum bullish selama dolar tetap tertekan dan yield Treasury tidak kembali melonjak. Area 1,1700 menjadi level penting untuk dipertahankan. Jika euro mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Sebaliknya, rebound yield atau sinyal kebijakan Fed yang lebih hawkish dapat memicu profit taking dan membatasi kenaikan euro. (arl)
Source: Newsmaker.id