Dolar Bertahan, Menanti Data Tenaga Kerja
Indeks dolar AS bergerak stabil setelah sempat melemah akibat intervensi pembelian yen oleh Amerika Serikat dan Jepang. Pemulihan dolar masih terbatas karena pasar menunggu petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dolar yang lebih kuat dapat menjadi tekanan bagi emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Namun, pergerakan pasar masih cenderung terbatas menjelang rilis sejumlah data tenaga kerja penting Amerika Serikat.
Investor akan mencermati laporan tenaga kerja swasta ADP, dilanjutkan Nonfarm Payrolls pada Jumat. Data tersebut dibutuhkan untuk menilai apakah pasar tenaga kerja masih cukup kuat dan apakah The Fed perlu kembali menaikkan suku bunga tahun ini.
Ekspektasi suku bunga tinggi masih bertahan setelah tiga pejabat The Fed mendukung kenaikan biaya pinjaman pada pertemuan terakhir. Presiden The Fed New York John Williams juga mengatakan bank sentral siap mengetatkan kebijakan apabila tekanan inflasi tetap tinggi.
Analisisanya: Data tenaga kerja yang kuat berpotensi mengangkat dolar dan yield obligasi sehingga menekan emas. Sebaliknya, hasil yang lebih lemah dari perkiraan dapat menurunkan peluang kenaikan bunga dan membuka ruang penguatan emas. Pasar diperkirakan tetap berhati-hati menjelang NFP.(yds)
Sumber: Newsmaker.id