Dolar Stabil, CPI AS Tak Ubah Arah Pasar
Dolar AS menghapus pelemahan yang muncul setelah data inflasi inti AS bulan Mei sedikit lebih rendah dari perkiraan. Indeks spot dolar Bloomberg bergerak nyaris datar, setelah sebelumnya sempat turun hingga 0,3% ke level terendah harian saat data CPI dirilis.
Inflasi utama AS naik 0,5% MoM, sesuai ekspektasi pasar. Sementara itu, core CPI naik 0,2% MoM, lebih rendah dari perkiraan 0,3%. Data ini sempat memberi kelegaan karena tekanan inflasi inti tidak sekuat yang ditakutkan, tetapi belum cukup untuk mengubah pandangan bahwa inflasi masih berada di atas target The Fed.
Imbal hasil Treasury justru naik setelah data tersebut, dengan yield US 10-tahun bertambah sekitar 2 bps ke 4,54%. Kenaikan yield membantu dolar memangkas pelemahan. Secara fundamental, ketika yield AS naik, daya tarik dolar ikut tertopang karena aset berbasis dolar menawarkan imbal hasil relatif lebih tinggi.
Fokus pasar juga tetap tertahan pada Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kembali menjanjikan serangan baru terhadap Iran setelah menuduh Teheran memperlambat proses negosiasi damai sementara. Risiko konflik ini menjaga permintaan terhadap aset aman, termasuk dolar, meski data CPI inti memberi ruang bagi pasar untuk sedikit lebih tenang.
Di Kanada, USD/CAD sempat turun hampir 0,4% ke 1,3899 setelah Bank of Canada mempertahankan suku bunga di 2,25% untuk kelima kalinya. Namun dolar Kanada kemudian memangkas penguatan setelah BoC memperingatkan adanya dilema kebijakan akibat risiko tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah.
Sementara itu, USD/JPY naik 0,1% ke 160,53, tetap berada di area sensitif yang menjaga risiko intervensi Jepang tetap hidup. EUR/USD stabil di 1,1544, sementara GBP/USD nyaris tidak berubah di 1,3374. Pergerakan G-10 secara umum masih ketat karena pasar menunggu kombinasi sinyal dari CPI AS, keputusan ECB, arah yield, dan perkembangan konflik AS–Iran.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id