Dolar Stabil di Tengah Inflasi AS dan Ketegangan Iran
Nilai tukar dolar AS relatif flat pada perdagangan Rabu (10/6/2026) setelah rilis data inflasi yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks dolar yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama bertahan di 99,90, tetap mendekati level tertinggi dua bulan yang dicapai awal pekan ini. Meski inflasi inti dan headline CPI sedikit lebih rendah dari perkiraan, permintaan safe-haven tetap tinggi akibat meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Data resmi menunjukkan CPI AS naik 0,5% secara bulanan di Mei, sementara CPI tahunan meningkat 4,2%, sesuai perkiraan ekonom. Inflasi inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, hanya naik 0,2% M/M dan 2,9% Y/Y, lebih rendah dari estimasi 0,3% bulanan. Data ini memberi sedikit lega terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga mendadak oleh The Fed, tetapi pasar masih menilai tekanan inflasi tetap tinggi.
Sentimen penguatan dolar juga didukung oleh laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Laju ketenagakerjaan yang solid mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga investor tetap menempatkan posisi long pada dolar. USD/JPY bahkan menembus level psikologis 160, sementara tekanan meningkat pada mata uang mayor lain seperti USD/CAD.
Ketegangan geopolitik turut menahan penguatan mata uang lain. Iran menembakkan serangan ke pangkalan militer AS di Yordania dan beberapa negara Teluk sebagai balasan atas serangan AS di dekat Selat Hormuz. Eskalasi ini terjadi setelah optimism sementara pasar pada hari sebelumnya setelah Iran dan Israel sempat memberi sinyal jeda serangan. Lonjakan risiko konflik memperkuat permintaan aset safe-haven, termasuk dolar AS.
Selain itu, pasar juga memantau langkah Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan dari 0,75% ke 1% pada rapat kebijakan pertengahan Juni. Data inflasi produsen Jepang naik 6,3% YoY di Mei, melebihi perkiraan, menambah ekspektasi normalisasi kebijakan moneter di Tokyo. Faktor global dan domestik ini membuat dolar cenderung stabil, sementara mata uang Asia lain bergerak terbatas.(yds)
Sumber: newsmaker.id