Dolar Bisa Tetap Kuat Meski Konflik Mereda
Dolar AS diperkirakan masih punya ruang menguat dalam beberapa bulan ke depan, bahkan jika ketegangan di Timur Tengah mulai melandai, menurut Kit Juckes dari Societe Generale. Dolar mendapat dukungan ganda dari perannya sebagai aset safe haven serta posisi AS sebagai eksportir energi di tengah lonjakan harga minyak.
Juckes menilai perbedaan prospek pertumbuhan juga memperkuat narasi dolar. Ekspektasi pertumbuhan AS tahun ini disebut telah direvisi naik ke 2,5%, dibanding proyeksi zona euro 1,2% dan Jepang 0,8%. Selisih ini, menurutnya, dapat menjaga dolar tetap kuat meski mungkin sempat terkoreksi jangka pendek bila konflik melambat.
Ia menambahkan, bila ketegangan tidak mereda dan harga energi bertahan tinggi lebih lama, dolar berpotensi menguat lebih jauh. Pada perdagangan terbaru, DXY naik 0,4% ke 99,634. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id