DXY Naik Tipis, Tapi Masih Mengarah ke Kerugian Mingguan
Dolar AS masih berada di bawah tekanan dan mengarah ke pekan negatif, meski sempat menguat tipis di sesi Jumat. Pada sekitar 08:15 waktu timur AS, Dollar Index (DXY) naik 0,1% ke 96,915, namun masih berada di jalur turun sekitar 0,6% untuk sepekan.
Bank of America Securities menilai pelemahan ini bukan sekadar faktor data harian, melainkan cerminan perubahan sikap investor yang makin “ringan” memegang USD. Mereka menyebut posisi underweight terhadap dolar berada di level rekor dalam sampel survei sejak 2012, sementara makin banyak pelaku pasar memilih menaikkan rasio lindung nilai (FX hedge) atau mengurangi eksposur ke aset AS.
Menariknya, meredanya kekhawatiran soal independensi bank sentral (setelah pergantian pimpinan The Fed disebut menurunkan kecemasan pasar) belum otomatis mengundang arus beli dolar.
BofA menekankan banyak respons survei terkumpul sebelum rilis data tenaga kerja AS yang solid, sehingga “angin penopang” jangka pendek dolar masih bisa datang dari ketahanan data AS dan repricing ekspektasi Fed—namun untuk saat ini, arus besar investor masih condong defensif terhadap USD.
Sumber: Newsmaker.id