• Thu, Mar 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 March 2026 06:12  |

Emas Melemah Pasca Data Inflasi AS, Harapan Cut Rate Menipis

Harga emas melemah pada hari Kamis (12/3) setelah rilis data inflasi bulanan AS membuat prospek pemangkasan suku bunga The Fed terlihat makin kecil, di saat perang di Timur Tengah masih berlarut. Bullion berada di kisaran $5.160-an per ons pada perdagangan awal, setelah turun tipis pada sesi sebelumnya.

Meski inflasi inti AS terpantau relatif terkendali di awal tahun—sebelum konflik pecah—pasar kini lebih fokus pada risiko inflasi ke depan. Lonjakan energi dan ketidakpastian rantai pasok akibat perang membuat kekhawatiran inflasi “forward-looking” meningkat, sehingga peluang The Fed menurunkan biaya pinjaman menjadi lebih sempit. Di Eropa, Uni Eropa juga mengingatkan inflasi kawasan berpotensi melampaui 3% tahun ini.

Konflik AS–Israel vs Iran kini memasuki hari ke-13 dan terus mengganggu produksi serta aktivitas pengilangan minyak di kawasan Timur Tengah. Harga minyak naik untuk hari kedua, karena pasar menilai risiko perang berkepanjangan masih lebih dominan dibanding rilis darurat cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah oleh negara-negara maju. Presiden Donald Trump juga mengisyaratkan kemungkinan menggunakan Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS untuk meredakan harga.

Bagi emas, kombinasi suku bunga yang cenderung bertahan tinggi—yang menjadi hambatan bagi aset non-yielding—serta kebutuhan likuiditas portofolio membuat pergerakannya rentan. Dalam fase volatil seperti ini, emas kerap dijadikan “sumber dana” oleh investor untuk menutup kebutuhan di aset lain. Sejak perang pecah, volume kepemilikan emas di ETF tercatat menurun, meski pada Selasa sempat terlihat arus masuk setelah penurunan pekan lalu menjadi yang terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Walau demikian, emas masih mencatat kenaikan yang kuat sepanjang tahun ini, ditopang perannya sebagai aset lindung nilai saat gejolak geopolitik meningkat. Namun, pergerakan harga belakangan cenderung berombak dan momentum naik terlihat tertahan sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Pada update terakhir, emas spot turun tipis 0,5% di sekitar $5.150,82 per ons. Perak melemah, sementara platinum dan palladium juga bergerak turun. Indeks dolar Bloomberg menguat tipis, menambah tekanan ringan pada logam mulia. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai