• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 March 2026 22:27  |

Brent Tembus US$100, Hormuz Macet dan Pesan Trump Picu Reli Minyak

Harga minyak kembali melonjak dan membawa Brent mendekati US$100 per barel ketika kekacauan pengapalan akibat perang Iran makin intens, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan prioritasnya menghentikan Iran memiliki senjata nuklir—bukan menahan harga minyak. Brent sempat melesat lebih dari 10% ke US$101,59 sebelum memangkas kenaikan, lalu kembali menguat.

Trump menulis di Truth Social bahwa AS “menghasilkan banyak uang” ketika harga minyak naik dan menyebut isu nuklir Iran “jauh lebih penting” baginya. Pasar sempat mendapat jeda setelah laporan bahwa pemerintah AS menyiapkan waiver 30 hari untuk Jones Act agar tanker asing dapat membantu memasok kilang di Pantai Timur dari Pantai Teluk dan wilayah lain, sebagai upaya menahan lonjakan harga.

Namun, tekanan pasokan tetap dominan. Pemimpin tertinggi baru Iran mengatakan Selat Hormuz seharusnya tetap ditutup, sementara Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan pengawalan militer kemungkinan baru dimulai pada akhir bulan. Iran meningkatkan serangan terhadap kapal dan pelabuhan di Teluk Persia, memperlebar ancaman ke rantai pasok energi dan menutupi dampak pelepasan cadangan darurat yang sudah disetujui.

International Energy Agency memperingatkan gangguan pasokan saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah pasar minyak global. Penutupan efektif Hormuz—jalur bagi sekitar seperlima arus minyak dunia—memaksa produsen Teluk memangkas output, sementara gas alam dan produk seperti diesel ikut melonjak. Di Asia, kilang China mulai membatalkan kargo ekspor bahan bakar, setelah sebelumnya diminta berhenti meneken kontrak baru.

Goldman Sachs memperingatkan harga minyak berpotensi melampaui puncak 2008 jika arus Hormuz tetap tertekan hingga Maret, sementara pelaku pasar menilai pelepasan cadangan tidak sebanding dengan gangguan sekitar 20 juta barel per hari dari penutupan selat. Pada pembaruan harga, WTI April naik 10% ke US$96,07 dan Brent Mei naik 9,7% ke US$100,88. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai