Dolar Koreksi dari Puncak 15 Pekan, Pasar Tunggu CPI dan PCE AS
Indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,2% pada Senin (9/3) setelah sempat menyentuh puncak 15 pekan di dekat 99,70 pada sesi awal. DXY membuka perdagangan dengan gap up, namun aksi jual membawa indeks kembali ke area 99,00 menjelang penutupan, meninggalkan jejak “long upper wick” yang menandakan penolakan di level tinggi setelah reli tajam enam pekan terakhir.
Dolar menjadi penerima manfaat utama krisis Selat Hormuz, dengan pasar menilai AS relatif lebih terlindungi dari guncangan pasokan karena kemandirian energinya. Pada saat yang sama, ekspektasi pemangkasan suku bunga telah dipangkas signifikan: pasar kini hanya mem-price in satu kali pemangkasan 25 bps tahun ini—diperkirakan pada September—dari dua kali sebelum konflik. The Fed saat ini menahan suku bunga di 3,50%–3,75%, dan risalah FOMC Januari menunjukkan beberapa pejabat sempat membahas kemungkinan kenaikan suku bunga bila inflasi bertahan di atas target.
Fokus berikutnya ada pada data inflasi AS. CPI Februari dijadwalkan rilis Rabu, dengan konsensus 0,3% (m/m) dan 2,4% (y/y). Guncangan harga energi dari penutupan Hormuz yang terjadi pada hari-hari terakhir Februari kemungkinan belum sepenuhnya tercermin, tetapi kejutan kenaikan tetap berisiko memperkuat repricing hawkish. Pada Jumat, pasar menghadapi rangkaian data padat: core PCE Januari diperkirakan 0,4% (m/m) dan 3,0% (y/y), estimasi awal PDB kuartal IV diproyeksikan 1,4% (annualized), serta indeks sentimen konsumen University of Michigan Maret diperkirakan turun ke 55 dari 56,6. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id